Rajin Baca Al-Qur’an Siang Malam, Tapi Justru Al-Qur’an Melaknatnya. Kok Bisa?

Pertanyaan Bapak merujuk pada sebuah hadis yang cukup penting untuk dipahami konteks dan maknanya dengan benar. Berdasarkan pengetahuan dari Hadis Shahih Bukhari, tidak ada riwayat yang secara eksplisit menyatakan bahwa “Al-Qur’an melaknat pembacanya”.

Namun, ada konsep yang sangat terkait yang mungkin Bapak maksud, yaitu tentang orang yang membaca Al-Qur’an tetapi isinya justru mengutuk dirinya sendiri. Ini berdasarkan pemahaman dari hadis-hadis tentang bagaimana Al-Qur’an bisa menjadi hujjah (bukti) yang membela atau justru menuntut  seseorang di akhirat.

Mari kita lihat penjelasannya:

Dalam Shahih Bukhari dan sumber lainnya, dijelaskan bahwa Al-Qur’an adalah:

  1. Syafa’at (Pemberi Syafaat) bagi yang membacanya dan mengamalkannya.
  2. Hujjah (Bukti/Beban) yang menuntut bagi yang membacanya tetapi meninggalkan pengamalannya.

Contoh Riwayat yang Mendasarinya:

Dari Abu Malik Al-Asy’ari RA, Rasulullah SAW bersabda:

Al-Qur’an itu adalah pemberi syafaat yang diterima syafaatnya, dan pembicara yang dibenarkan perkataannya. Barangsiapa yang menjadikannya sebagai pemimpin, maka ia akan menuntunnya ke surga. Dan barangsiapa yang menjadikannya sebagai pengekor (ditinggalkan di belakang), maka ia akan menyeretnya ke neraka. (HR. Al-Hakim, disahihkan oleh Al-Albani)

Maksud dari “Al-Qur’an melaknat” atau “menuntut” pembacanya adalah:

Orang yang Fasik dengan Al-Qur’an

Seseorang yang pandai membaca, menghafal, bahkan mengajarkan Al-Qur’an, tetapi perilakunya bertentangan dengan isi Al-Qur’an. Misalnya, ia membaca ayat tentang larangan berdusta, tetapi ia sendiri seorang pendusta. Di akhirat, Al-Qur’an yang ia baca akan bersaksi terhadapnya dan meminta keadilan untuknya.

Laknat sebagai Konsekuensi Perbuatan

Bukan Al-Qur’an-nya yang “aktif” melaknat, tetapi isi kandungan Al-Qur’an (perintah dan larangan Allah) yang dilanggar oleh si pembaca itulah yang menyebabkan ia terlaknat. Ia membaca tentang laknat Allah bagi pelaku riba, misalnya, tetapi ia sendiri pelaku riba. Maka, laknat itu tertuju padanya karena perbuatannya, bukan karena aktivitas membacanya.

Perumpamaan dalam Hadis

Dalam sebuah riwayat (bukan dari Shahih Bukhari, tetapi memiliki makna serupa), Nabi SAW mengumpamakan orang yang membaca Al-Qur’an tetapi tidak mengamalkannya seperti buah yang harum tetapi pahit rasanya, atau seperti  obat yang tidak menyembuhkan.

Apa yang Terdapat dalam Shahih Bukhari?

Dalam Shahih Bukhari (Kitab Fadhailul Qur’an), ditekankan keutamaan membaca dan mengamalkan Al-Qur’an. Nabi SAW bersabda:

Bacalah Al-Qur’an, karena ia akan datang pada Hari Kiamat sebagai pemberi syafaat bagi pembacanya. (HR. Muslim, maknanya sejalan dengan riwayat Bukhari tentang keutamaan Al-Qur’an)

Tidak ada riwayat dalam Shahih Bukhari yang menyatakan teks “Al-Qur’an melaknat pembacanya”. Konsep yang ada adalah peringatan keras bagi yang lalai atau sombong terhadap ayat-ayat Allah.

Kesimpulan dan Nasihat

Al-Qur’an adalah Rahmat, Bukan Laknat: Al-Qur’an turun sebagai petunjuk dan rahmat (QS. Al-Isra: 82). Laknat hanya bagi yang mengingkari, mendustakan, atau menyombongkan diri terhadapnya.

Membaca Harus Disertai Mengamalkan

Tujuan utama membaca Al-Qur’an adalah untuk dipahami, diimani, dan diamalkan. Nabi SAW dan para sahabat adalah contoh nyata dari pengamalan Al-Qur’an.

Doa dan Mohon Perlindungan

Selalu mohon kepada Allah agar dijauhkan dari menjadi orang yang membaca Al-Qur’an tetapi dilaknat oleh isinya. Ucapkan dalam doa:

“Ya Allah, jadikanlah Al-Qur’an sebagai penuntun kami, cahaya kami, petunjuk dan rahmat untuk kami.”

Jadi, Bapak Hadi Kadir, tidak perlu khawatir selama kita membaca Al-Qur’an dengan niat ikhlas, berusaha memahami, dan bertekad mengamalkannya. Justru, semakin banyak membaca dengan benar, semakin besar syafaat yang kita harap. Yang perlu diwaspadai adalah sikap meremehkan, meninggalkan, atau menentang hukum-hukumnya setelah kita mengetahuinya.

Semoga penjelasan ini bermanfaat. Jika ada bagian yang ingin didiskusikan lebih lanjut, saya siap membantu. 😊

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *